Jumat, 07 Desember 2012

Gelombang Otak



Nama  : Atama Rena Perdana
Kelas   : 3KB01
NPM    : 21110205

   Otak kita mentransmisikan kekuatan listrik. Meskipun daya listrik ini sangat lemah, mereka muncul dengan suatu cara yang spesifik seperti keadaan otak manusia. Kegiatan listrik di otak direpresentasikan dalam bentuk gelombang otak. Ada empat kategori gelombang otak ini. Para dokter mempunyai alat yang dapat mengukur gelombang otak. Jadi, gelombang otak ini telah lama dipergunakan oleh para dokter untuk mendeteksi adanya kelainan otak.

Beta.
   Ketika otak ada rangsangan yang tinggi dan mental kita berada dalam keadaan siap siaga, otak akan menghasilkan gelombang Beta. Gelombang ini mempunyai ketinggian yang rendah, tetapi mempunyai frekuensi paling tinggi dibandingkan dengan yang lainnya. Gelombang ini bergerak 15-40 kali dalam satu detiknya. Gelombang Beta dihasilkan dari kegiatan otak yang kuat. Seseorang yang berada dalam keadaan percakapan menghasilkan gelombang Beta. Seseorang yang sedang berdebat akan berada dalam keadaan Beta yang tinggi. Berpidato, mengajar, atau dalam acara tanya-jawab berada dalam keadaan gelombang otak Beta.
Alpha.
   Apakah gelombang Alpha itu? Gelombang Alpha adalah tanda dari keadaan yang santai dari otak kita. Gelombang Alpha didefinisikan sebagai gelombang dengan frekuensi 8012 Hz. Gelombang ini biasanya dihasilkan dari sinkronisasi antara otak kanan dan otak kiri. Gelombang ini juga dapat dijumpai pada otak kiri kita. Gelombang Alpha ini adalah gelombang otak yang dominan pada saat tubuh dan pikiran kita yang beristirahat.
   Gelombang Alpha juga banyak dijumpai di antara individu-individu yang kreatif, memiliki pikiran jernih, dan sedang dalam keadaan santai. Jika kita menutup mata selama satu menit atau lebih, kegiatan gelombang Alpha akan meningkat dengan drastis. Pada saat kita membuka mata, gelombang Beta (gelombang yang muncul saat kita stres) akan mendominasi. Sebagai perbandingan, ketika masih anak-anak, kita memiliki jumlah aktifitas gelombang Alpha yang lebih besar dibandingkan setelah kita dewasa. Gelombang Alpha telah lama dianggap sebagai gelombang yang paling sehat dibandingkan gelombang yang lain.
Berikut keuntungan dari aktifitas gelombang Alpha pada otak kita:
1. Pikiran yang santai dan tubuh yang santai.
2. Kreativitas yang tinggi.
3. Kemampuan menyelesaikan masalah.
4. Emosi yang stabil dan terkendali.
5. Kemampuan atletik yang optimal.
6. Berkurangnya rasa takut dan stres.
7. Semuanya seperti “mengalir”.
8. Kemampuan untuk belajar dengan cepat.
9. Fungsi kekebalan tubuh yang meningkat.
10. Berfikir positif.
11. Gelombang Alpha merupakan antidepresi yang alami.
12. Kemampuan berhubungan dengan orang lain.
Theta.
   Tingkat gelombang otak berikutnya adalah Theta. Gelombang ini mempunyai tinggi gelombang yang besar, tetapi dengan frekuensinya lebih rendah. Gelombang ini bergetar 5-8 kali dalam satu detik. Seseorang yang sedang beristirahat dari pekerjaan dan mulai mengkhayal biasanya berada dalam keadaan gelombang Theta. Seseorang yang sedang mengendarai mobil di jalan tol dan tiba tiba sadar tidak memerhatikan keadaan dalam 6 km terakhir berada dalam keadaan Theta.
Delta.
   Gelombang otak terakhir adalah Delta. Gelombang otak ini mempunyai tinggi gelombang paling besar dengan frekuensi paling rendah. Gelombang ini hanya bergetar lambat, yakni 1,4-4 kali dalam satu detiknya. Meskipun demikian, gelombang ini tidak sampai pada angka 0. Angka 0 menunjukkan bahwa otak kita mati. Tidur lelap tanpa mimpi akan membawa kita turun sampai frekuensi paling rendah, biasanya 2-3 kali dalam satu detiknya.
Gelombang yang muncul di otak kita.
   Ketika kita naik ke tempat tidur untuk beberapa menit sebelum mulai tidur, kita berada dalam keadaan Beta yang rendah. Ketika kita menutup buku yang kita baca, lalu mematikan lampu dan menutup mata, kita akan turun dari Beta ke Alpha, lalu ke Tetha, dan terakhir ke Delta ketika kita tertidur. Telah banyak diketahui bahwa manusia bermimpi dalam siklus 90 menit. Ketika gelombang Deta meningkat ke Tetha, mimpi yang aktif terjadi dan rasa itu benar-benar terjadi. Biasanya yang terjadi adalah gerakan mata yang cepat.
   Ketika seseorang bangun dari tidur lelap dan bersiap-siap untuk berdiri, gelombang otak akan meningkat sesuai dengan aktivitas otaknya. Gelombang akan meningkat dari Delta menuju Tetha, lalu ke Alpha, dan ketika bel alarm berhenti sampai ke Beta. Jika kita menekan tombol “snooze” di alarm kita, kita akan kembali ke Alpha, bahkan Tetha. Jika kita tertidur lelap lagi, akan masuk ke Delta.
   Pada saat proses bangun, saat mungkin mempertahankan keadaan Theta untuk beberapa waktu, misalnya 15 menit. Hal ini akan menyebabkan dalam otak kita mengalir ide tentang kejadian kemarin atau rencana kegiatan untuk hari yang akan datang. Waktu-waktu seperti ini merupakan waktu produktif dan merupakan suatu periode yang sangat berarti dengan aktivitas mental yang kreatif.
   Sebagai ringkasan, kita telah mengenal ada empat macam gelombang otak. Dari gelombang dengan tinggi gelombang yang besar dan frekuensi yang rendah, yaitu Tetha hingga tinggi gelombang yang rendah dan frekuensi yang tinggi, yaitu Beta. Tingkat gelombang otak ini berasal dari kegiatan yang bervariasi dari tidur lelap sampai kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Semua gelombang otak ini sama, tidak tergantung dari jenis kelamin dan umur. Gelombang ini juga sama untuk semua ras, suku, dan bangsa.

Daftar Pustaka.                                                         
Gardner, Howard.2003.Kecerdasan Majemuk.Jakarta: Interaksara.             
Kiyosaki, Robert T dan Sharon L.2002.Rich Kid Smart Kid.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Shichida, Makoto Ed.2003.The Mystery of The Right Brain.Jakarta: Elex Media Komputindo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar